Wamen Ekraf Ingatkan Pentingnya Monetasi Ekspansi Gim Lokal Pada Sesi Adiensi CODA

- Redaksi

Rabu, 19 November 2025 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta || Irene Umar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) selaku Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, menerima audiensi manajemen CODA (perusahaan global di bidang monetisasi dan pembayaran konten digital)

Dalam pertemuan itu Irene Umar dan pihak managemen dari CODA membahas peluang kolaborasi strategis di dalam memperkuat industri gim nasional serta meningkatkan kemampuan developer lokal.

Selain itu juga pembahasan Irene Umar dan management CODA, membuka akses pasar internasional, bagi produk – produk buatan asli dari Indonesia.

“Kreativitas developer Indonesia luar biasa, tetapi tanpa strategi monetisasi yang tepat, potensi mereka tidak akan maksimal, disini Pemerintah berkomitmen memberikan akses pengetahuan.

Pasar dan kolaborasi agar gim lokal dapat bersaing di tingkat global,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam audiensi di Autograph Tower, Jakarta, pada 17 November 2025.

CODA, yang berdiri pada 2011, dikenal dengan platform seperti Codashop, Codapay dan Coda Custom Commerce dipercaya oleh lebih dari 300 penerbit dan menjangkau lebih dari 200 juta pelanggan di seluruh dunia.

Dengan dukungan lebih dari 90 persen metode pembayaran lokal maupun internasional, CODA menjadi mitra strategis bagi developer yang ingin memperluas jangkauan dan meningkatkan pendapatan.

Selain itu, pertemuan membahas inisiatif global CODA yang bisa diadaptasi di Indonesia, termasuk aktivasi gim di public space seperti bandara dan stasiun, serta kolaborasi IP lintas sektor.

Wamen Ekraf Irene menekankan bahwa 2026 akan menjadi momentum penting untuk akselerasi industri gim, melalui ekspansi gim lokal, pelatihan skala besar bagi talenta muda, dan promosi IP nasional di pasar internasional.

“CODA hadir sebagai mitra strategis yang dapat membantu pengembangan ekosistem gim Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf / Badan Ekraf).

Baca Juga:  Serahkan 4 Tenda Posko Kemendagri Sebagai Respons Cepat Bagi Penanganan Longsor

Akan memfasilitasi penjajakan kolaborasi agar gim lokal bisa berkembang lebih luas, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga memiliki kesempatan di pasar internasional,” kata Wamen Ekraf Irene.

Wamen Ekraf Irene juga menekankan pentingnya monetisasi sebagai pilar utama pertumbuhan industri gim. Shane Happach selaku CEO CODA menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung pengembangan developer dan ekosistem lokal.

“Saat Indonesia Game Week, kami ikut membahas isu monetisasi yang jarang diangkat. CODA ingin membantu gim Indonesia dikenal secara internasional, termasuk melalui blog yang memberikan wawasan monetisasi dan spotlight gim lokal. Fokus kami adalah mendukung keberlanjutan bisnis developer.

Meningkatkan kemampuan monetisasi melalui pelatihan, serta mendorong mindset pertumbuhan untuk go international. Kami juga siap berkontribusi pada kebijakan industri, termasuk implementasi Perpres Nomor 19/2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional,” kata Shane.

Penjajakan kolaborasi ini sejalan dengan program prioritas ASTA EKRAF, yang mencakup penguatan talenta lokal, ekspansi pasar, literasi digital, dan kebijakan industri berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Muhammad Neil El Himam sebagai Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf menyebutkan peluang kolaborasi dengan CODA.

“Kolaborasi dengan CODA membuka peluang besar untuk memperkuat talenta lokal (TALENTA EKRAF), menyorot gim Indonesia di panggung global (PASAR EKRAF), meningkatkan kesadaran pengguna terhadap risiko digital (SINERGI EKRAF), dan memberikan masukan untuk kebijakan industri yang adil serta berkelanjutan (EKRAF BIJAK),” kata Neil El Himam.

Audiensi ini turut diikuti Direktur Gim Kementerian Ekraf Luat Sihombing.
Kiagoos Irvan Faisal
Plt. Kepala Biro Komunikasi
Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif

Penulis : M. Ilyas

Editor : Mohamad Ilyas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel harianinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi Menghadiri para Aksi Demo Aspirasi Masyarakat
Desa Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara Menerima Bantuan Mendagri
Fix Pemkab Bogor Gagal Bayar, Sisa Kas Cuma 51 Miliar, Para Kontraktor Menjerit
Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera
Dana Desa Pagintungan 3 Tahun Disorot: Diduga Pola Anggaran Berulang, Pos Mendesak Jumbo, Hingga Infrastruktur Dipertanyakan
Gerakan Satu Juta Penggiat Olahraga, Rike Iskandar : Akses KORMI Kab. Bogor Untuk Masyarakat
Pengiriman Bantuan 101.000 Lembar Pakaian Bagi Korban Bencana Aceh Dalam Monitoring Kemendagri
Mendagri : Peran Strategis Gubernur Dalam Menetapkan UMP Tahun 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:35 WIB

Bupati Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi Menghadiri para Aksi Demo Aspirasi Masyarakat

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:12 WIB

Desa Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara Menerima Bantuan Mendagri

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:59 WIB

Fix Pemkab Bogor Gagal Bayar, Sisa Kas Cuma 51 Miliar, Para Kontraktor Menjerit

Senin, 29 Desember 2025 - 06:26 WIB

Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Rumah Warga Terdampak Bencana di Sumatera

Jumat, 26 Desember 2025 - 08:25 WIB

Gerakan Satu Juta Penggiat Olahraga, Rike Iskandar : Akses KORMI Kab. Bogor Untuk Masyarakat

Berita Terbaru