M. Ilyas, Jawa Barat || Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamijahan 03, di Kabupaten Bogor menjadi sorotan dan komplain dari para penerima manfaat, sebagai hak ekslusif adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Polemik di SPPG Pamijahan 03 yang jadi sorotan berupa menu yang disajikan untuk 3 hari kedepan berupa 3 butir telur, susu kotak indomilk kecil dan 2 buah pisang ambon.
Namun kondisi menu yang disajikan berupa telur setengah matang dan pisang ambon yang kurang baik, sehingga tidak layak dikonsumsi oleh anak – anak menuju generasi emas 2045, sesuai dengan program unggulan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Seperti kejadian di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Modern Sahid berlokasi wilayah Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor yang mendapatkan menu untuk 3 hari dalam kondisi diduga kurang layak konsumsi.
“Itu menu untuk 3 hari kedepan kita mendapatkan nya dari SPPG Pamijahan 03 berupa telur rebus 3 butir, susu indomilk kotak kecil bersama pisang ambon dalam kondisi busuk.
Pisang ambon tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi siapapun terlebih kepada anak – anak yang membutuhkan makanan bergizi ekstra,” kata Zenny (nama disamarkan)
Hal yang sama dikeluhkan orang tua Siswa kelas 5, dengan mendapatkan menu dua buah pisang ambon, susu indomilk kotak kecil dengan 3 butir telur rebus.
“Namun telurnya tersebut belum sampai matang direbusnya, sehingga belum layak untuk langsung dikonsumsi oleh anak-anak kami, menu itu untuk 3 hari ini Kamis, Jum’at dan Sabtu,” ungkapnya kepada Media. Kamis 05 Maret 2026.
Sementara itu, menanggapi polemik yang terjadi ditengah-tengah Masyarakat, sebagai dukungan penuh terhadap Program Unggulan dari Presiden Republik Indonesia menuju Indonesia Emas 2045
Putra Jaya Sukma Sekretaris Jenderal (Sekjen) Survey Kepuasan Masyarakat (SUKMA) angkat bicara terkait kelayakan menu yang semestinya didapat bisa langsung dikonsumsi sesuai takaran dari ahli gizi.
“Sebagai bukti keseriusan dan konsistensi kami didalam mendukung program ini atas banyaknya temuan dilapangan kami akan bersurat kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di tingkat Pusat.
Sebagai laporan lembaga yang menjadi bahan evaluasi berkelanjutan bagi dapur – dapur yang bermasalah disetiap wilayah, agar program ini dapat berjalan sesuai standarisasi yang telah di tentukan,” ujarnya.
Mengingat nasib Anak Bangsa kedepan ditentu – kan mulai hari ini, lanjut Sukma sapaan akrabnya melalui program unggulan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Untuk menuju Indonesia Emas melalui program MBG ini lah cara terbaik yang digagas oleh Bapak Presiden, namun dibawahnya butuh kontrol yang melekat agar semua proses awal dan akhirnya itu sampai kepada kpm sesuai ketentuan.
Jangan sampai program bagus ini dimanfaatkan oleh para oknum untuk bancakan, mengingat ini program yang luar biasa sebagai upaya terbaik mencerdaskan Anak Bangsa melalui hidangan makanan bergizi sesuai nilai yang ditentukan oleh ahlinya,” pungkas Sukma.
Sampai berita ini ditayangkan dari pihak SPPG Pamijahan 03 belum dapat dikonfirmasi, untuk memenuhi kewajiban dan pendalaman informasi yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).










