Fix Pemkab Bogor Gagal Bayar, Sisa Kas Cuma 51 Miliar, Para Kontraktor Menjerit

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cibinong – Bogor-Harianinformas.com, Kegentingan gagal bayar Pemkab Bogor ke para penyedia jasa Tahun Anggaran 2025 makin mengemuka. Dari sejumlah laporan yang diterima Jurnal Bogor per Jumat 2 Januari 2026 terdapat rincian yang belum terkonfirmasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.

 

Rincian tersebut di antaranya adalah, Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUPR 90 Surat Perintah Membayar (SPM), Bidang Pengairan 60 SPM, DPKPP 75 SPM, DLH 70 SPM, Disdik 170 SPM, Dinkes hanya 2,7 Miliar yang belum terbayar

 

Sementara itu beredar edaran non formal atas nama Bidang Perbendaharaan BPKAD yang berbunyi, “Assalamu’alaikum..

Yth. Bpk/ibu teman² SKPD Pengelola Keuangan. Mohon maaf kami tidak bisa membalas satu persatu WA bpk/ibu (disertai emoticon tangan terlipat diasumsikan permohonan maaf_red). Terkait dengan permohonan pembayaran tagihan Bpk/Ibu yang belum terbayarkan, kami mohon maaf. Untuk selanjutnya silahkan bapak/ibu koordinasi dengan teman-teman bidang AKTI secara administrasi untuk bisa dicatat sebagai hutang, dan teman-teman bidang Anggaran untuk memastikan apabila dalam penganggaran harus ada ketersediaan uang untuk membayarkan. Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin, terimakasih. Bidang Perbendaharaan – BPKAD.

 

Saat edaran di Whatsapp grup atas nama Bidang Perbendaharaan tersebut dikonfirmasi ke Kepala BPKAD, WR Pelitawan merespon akan menjawab itu setelah rapat dengan pimpinan daerah.

 

“Nanti setelah rapat dengan pimpinan daerah kami jelaskan. Saat ini akan ada pembahasan soal ini di tingkat pimpinan, kang,” ujar Pelitawan kepada Jurnal Bogor, Jumat (2/1/2026).

 

Selain edaran WA Grup tersebut, muncul juga edaran whatsapp yang berisi bahwa saat ini kas Pemkab Bogor hanya tersedia sebesar Rp51,1miliar di rekening kas daerah.

 

“Sudah fix pak Haji. Saya dapat info dari BJB cibinong bahwa dana di rekening Kas Daerah hanya ada Rp. 51.100.000.000.-. Artinya defisit anggaran untuk pembayaran SP2D, proyek-proyek nggak terbayarkan, menunggu dana pinjaman atau PAD terkumpul,” bunyi pesan singkat yang seolah ingin mengonfirmasi kegentingan keuangan Pemkab Bogor di awal TA 2026.

Baca Juga:  Sinergitas TNI – Polri, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sambangi Warga di Desa Cibalung

 

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto memastikan bahwa prmbayaran termin terakhir pembangunan Masjid Raya Pakansari juga gagal bayar meskipun sudah jadi SPM.

 

“Belum terbayar, padahal sudah jadi SPM,” ujar Eko saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Kamis (1/1/2026).

 

Sebelumnya Bupati Bogor Rudy Susmanto akan memberikan pernyataan terkait kondisi keuangan Pemkab Bogor pada pelantikan dan rotasi pejabat di Vivo Mall, Jumat (2/1/2026). Namun pernyataan itu batal dikeluarkan karena masih ada pembahasan lanjutan di Pendopo Bupati Bogor bada shalat Jumat.n Herry Setiawan | Noverando Hutagalung

Beberapa Kontraktor Akan adakan Aksi Demo ke kantor Bupati Bogor, jika memang tidak ada realisasi Pembayaran dari planet Bogor, karena  semua sumber anggaran Apbd Kabupaten Bogor Harus Jelas dan Transparansi kepada Publik,

Kekecewaan para Pengusaha kecil, mereka bersikeras Merealisasikan Kegiatannya sebaik mungkin, Berharap adanya kelebihan profit bagi para kontraktor, namun apa yang mereka dapatkan hanya kata-kata Ma’af saja.

Dengan adanya Keuangan Dari Kasda dan pihak PUPR menggunakan aturan yang tidak Jelas secara Adimintrasinya,

Kan seharusnya Pemkab Bogor sebelumnya di lakukan Lelang / Penunjukan Langsung harus jelas dahulu Anggarannya, Tidak semata-mata Lakukan penunjukan atau lakukan tender Project-projectnya, kalau memang Anggarannya belum mencukupi. Karena akan merugikan banyak pihak,

 

Kami Hanya berharap adanya solusi dari pemkab Bogor, untuk Segera Menyikapi permasalahan ini, Agar tidak ada yang merasa di rugikan pemkab Bogor.

 

 

Penulis : Jurnal Bogor

Editor : Ata suharta

Sumber Berita: Jurnal bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel harianinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Suara Keadilan Masyarakat Bergerak Aksi Demonstrasi Besar, Akan Digelar di Desa Pamijahan Bogor
Lembaga Survey Kepuasan Masyarakat Angkat Suara Jalan KH Abdul Hamid Rusak Tak Kunjung Dibenahi
Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026
SPPG Pamijahan 03 Diduga Mar Up Harga Program Makan Bergizi Gratis, Jadi Sorotan Media
Tandai Percepatan Pemulihan Pascabencana Tabuhan Bedug Kasatgas PRR Tito di Masjid Baiturrahman
Telur Setengah Mateng dan Pisang Tidak Layak Konsumsi Diduga Jadi Menu SPPG Pamijahan 03
Ketua FM3D Ahmad ghojali Beserta Pemulung TPAS Galuga mendukung Program Pemerintah Terkait Akan di bangunnya PTLSa
#Save Wartawan, APH Harus Tegas Dalam Penegakan Hukum Kepada Perampas Kebebasan Pers
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:04 WIB

Suara Keadilan Masyarakat Bergerak Aksi Demonstrasi Besar, Akan Digelar di Desa Pamijahan Bogor

Minggu, 19 April 2026 - 09:36 WIB

Lembaga Survey Kepuasan Masyarakat Angkat Suara Jalan KH Abdul Hamid Rusak Tak Kunjung Dibenahi

Minggu, 12 April 2026 - 08:17 WIB

Distributor Miras di Sorong Diduga Langgar Izin dan Pajak 2023-2026

Senin, 9 Maret 2026 - 13:18 WIB

SPPG Pamijahan 03 Diduga Mar Up Harga Program Makan Bergizi Gratis, Jadi Sorotan Media

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:59 WIB

Tandai Percepatan Pemulihan Pascabencana Tabuhan Bedug Kasatgas PRR Tito di Masjid Baiturrahman

Berita Terbaru