Pemilik Proyek Peternakan Ayam di Tajurhalang Diduga Lakukan Diskriminasi dan sebut wartawan Anjing dan monyet

- Redaksi

Minggu, 2 November 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, 31/10/2025 —HarianInformasi.com ||Jumat sore sekitar pukul 17 :00 wib sejumlah wartawan melihat adanya satu unit mobil yang terparkir tengah mengangkut ayam potong dari sebuah peternakan,

Kemudian mereka melakukan sosial kontrol ke kandang tersebut karena mereka mengira itu dari ketahanan pangan, namun belum sempat mereka bicara tiba tiba salah seorang dari pihak proyek menegur dengan nada tak sopan bernada membentak memakai bahasa daerah ” Rek naraon kadarieu . Hei aing nanya sia rek naraon . Kemudian Margo salah satu dari media tersebut menjawab kami sedang melakukan tugas sosial kontrol. Dengan nada keras sang pemilik kandang memotong .. ” media tai media anjing. Beberapa wartawan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pemilik proyek peternakan ayam di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

 

Menurut keterangan Remon ( Rahmat ) salah satu wartawan bidik hukum, yang juga tengah ikut bertugas saat itu membenarkan hal tersebut. ” pihak pengelola proyek menolak kehadiran awak media dengan alasan yang tidak jelas. Bahkan kami mendapatkan perlakuan tidak sopan ketika mencoba konfirmasi terkait proyek tersebut.

 

“Kami datang dengan niat baik untuk melakukan kontrol sosial dan memberikan ruang bagi pihak proyek menjelaskan . Tapi justru disambut dengan kata-kata kasar dan mengatakan ” MEDIA TAIK,” dan mengatakan kepada kami wartawan ” ANJING dan MONYET ” ujar Dede dari media aksara news.

Baca Juga:  Rombongan Jamaah Umroh Hisar Global Indonesia Berangkat Menuju Tanah Suci: Langkah Spiritual Bersama Mitra Bangun Gizi

 

Sementara itu, pihak proyek mengungkapkan bahwa proyek peternakan ayam itu sudah berjalan beberapa lama dan tak pernah ada yang mengganggu kalau mau datang kesana saja ke ketahanan pangan yang dikelola orang desa dan gak jelas ucap nya . Sambil bernada emosi dan penuh amarah .

 

Pihak pemilik proyek langsung menyerang dengan kata kata kasar terhadap media yang sedang melakukan tugas sosial kontrol nya. Bahkan salah seorang media sebut saja Margo yang saat itu menggunakan seragam LSM Sukma perkumpulan media . sempat di dorong dan nyaris terjatuh hingga baju nya kotor karena nyaris terjadi pemukulan .

 

Perlakuan diskriminatif terhadap jurnalis dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Beberapa awak media rencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan . ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel harianinformasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

#Save Wartawan, APH Harus Tegas Dalam Penegakan Hukum Kepada Perampas Kebebasan Pers
Wartawan Jombang Jadi Korban Penganiayaan, Didesak Penegakan Hukum harus konsisten
Musancab Serentak PDI Perjuangan se-Kabupaten Bogor Digelar di Kecamatan Leuwiliang
Pekerja PHK di Serang Desak Kepastian dan Kompensasi, akan melakukan Aksi Besar 
*Memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Amal Kp. Malang Nengah desa Situ udik *
Camat Pamijahan Diduga Halangi Tugas Jurnalis Dalam Proses Pilkades PAW Gunung Picung
*Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Ditahan, Kemendagri Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan*
*Mendagri Dorong Percepatan Realisasi Pengembalian TKD bagi Pemda di 3 Provinsi Terdampak Bencana*
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:20 WIB

#Save Wartawan, APH Harus Tegas Dalam Penegakan Hukum Kepada Perampas Kebebasan Pers

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:59 WIB

Wartawan Jombang Jadi Korban Penganiayaan, Didesak Penegakan Hukum harus konsisten

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:31 WIB

Musancab Serentak PDI Perjuangan se-Kabupaten Bogor Digelar di Kecamatan Leuwiliang

Kamis, 29 Januari 2026 - 00:58 WIB

Pekerja PHK di Serang Desak Kepastian dan Kompensasi, akan melakukan Aksi Besar 

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:36 WIB

Camat Pamijahan Diduga Halangi Tugas Jurnalis Dalam Proses Pilkades PAW Gunung Picung

Berita Terbaru